Site Overlay

Survei: Investor lebih khawatir ekonomi global daripada risiko politik jelang pilpres

Jakarta (ANTARA News) – Hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) menunjukkan investor lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global daripada risiko keadaan politik menjelang pemilu presiden pada April 2019.

Panel Ahli Katadata Insight Center (KIC) Damhuri Nasution mengatakan investor menilai dampak dari perang dagang AS-China dan normalisasi kebijakan moneter AS saat ini menjadi hal yang paling dikhawatirkan terkait kepastian investasi mereka.

“Hingga tiga bulan mendatang risiko yang dikhawatirkan ternyata adalah risiko ekonomi global. Di depan kita masih ada isu perang dagang, perundingan masih sulit, sementara politik dan ekonomi dalam negeri masih dinilai tidak mengkhawatirkan,” katanya pada diskusi di Jakarta, Rabu.

Dari hasil survei tersebut, Damhuri memaparkan kekhawatiran investor terhadap perkembangan ekonomi global mencapai 40,1 persen.

Sementara itu, kekhawatiran lainnya terhadap risiko pasar modal faktor keamanan dalam negeri 20,3 persen, politik dalam negeri 25,6 persen dan geopolitik internasional 9,9 persen.

Kondisi perekonomian dalam negeri menjadi persentase terendah terkait risiko yang mempengaruhi kondisi pasar modal yaitu hanya 4,1 persen.

Hasil survei KICI juga menunjukkan bahwa 66,3 persen investor menyatakan kondisi politik saat survei dilakukan masih kondusif.

Begitupun untuk tiga bulan ke depan, meski menurun, namun 54 persen responden menyatakan bahwa kondisi politik domestik masih stabil dan sangat stabil.

Di sisi lain, investor masih optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia di tahun politik ini hingga tiga bulan ke depan. Hal ini terbukti dari hasil survei triwulan I-2019 yang menunjukkan indeks KICI berada pada level 139,1.

Angka ini menandakan bahwa sebagian besar investor institusi optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia pada saat ini dan 3 bulan ke depan.

Jika hasil indeks menunjukkan angka 0-99, persepsi investor sedang pesimistis, sedangkan jika di atas 101-200, persepsi investor terhadap ekonomi dan pasar keuangan sedang optimistis.

Angka indeks 100 dikategorikan netral. Investor yang dimaksud adalah manajer investasi, asuransi dan dana pensiun.

“Gejolak perekonomian global menjadi perhatian utama investor, namun mereka tetap optimistis terhadap prospek usahanya saat ini dan tiga bulan ke depan,” kata Damhuri.

Baca juga: Survei tunjukkan investor masih optimistis kondisi ekonomi pada tahun politik
Baca juga: Menkeu yakini tekanan ekonomi global pada 2019 tidak seberat 2018

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019