Site Overlay

Rupiah Jumat sore menguat 77 poin ke Rp14.093/dolar

Jakarta (ANTARA News) – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore menguat sebesar 77 poin ke posisi Rp14.093 dibandingkan sebelumnya Rp14.170 per dolar AS.
   
Analis pasar uang Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Jumat, mengatakan, nilai tukar rupiah menguat memanfaatkan pelemahan dolar terhadap poundsterling dan juga sentimen terkait penutupan pemerintahan (shutdown government) Amerika Serikat.
   
Shutdown pemerintah sampai hari ini sudah berjalan hari ke-34. Skeptis para pelaku pasar terhadap dolar jadi katalis positif untuk rupiah,” ujar Dini.
   
Sentimen negatif bagi dolar lainnya yaitu dari Inggris yakni partai terbesar Irlandia Utara Democratic Unionist menyatakan masih akan mendukung upaya kesepakatan Brexit dari Perdana Menteri Inggris Theresa May.
   
Pernyataan tersebut, lanjut Dini, menjadi sentimen positif bagi poundsterling dan menekan indeks dolar.
   
“Jadi, sudah ada sentimen negatif dari shutdown, ditambah kekuatannya melemah karena mata uang utama, pelemahan kurs dolar menguntungkan buat rupiah,” kata Dini.
   
Selain itu, probabilitas kenaikan tingkat suku acuan bank sentral AS The Federal Reserve atau Fed Fund Rate, seiring dengan masih berlangsungnya shutdown AS.

Ditambah lagi, negosiasi perdagangan AS-China masih belum jelas.
   
“Soalnya, dampak shutdown kan negatif untuk perekonomian Amerika. Ini jadi penopang penguatan rupiah,” ujarnya.
     
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi dibuka menguat Rp14.155 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.093 hingga Rp14.168 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.163 dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.141 per dolar AS.

Baca juga: Ekonom prediksi Rupiah melemah dipicu penguatan dolar terhadap Euro
Baca juga: Dolar AS menguat didukung data ekonomi positif
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019