Site Overlay

Dolar AS jatuh, Fed indikasikan kurangi pengetatan moneter

New York (ANTARA News) –  Kurs dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) menyentuh tingkat terendah baru sejak Oktober tahun lalu, setelah risalah terbaru dari pertemuan kebijakan Federal Reserve AS (Fed) mengisyaratkan berkurangnya pengetatan moneter.

Selain itu, para investor juga menaruh harapan pada hasil perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China yang baru saja berakhir.

“Komite dapat bersabar tentang kebijakan lebih lanjut,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam risalah pertemuan 18-19 Desember 2018, yang dirilis pada Rabu (9/1), seperti dikutip Xinhua.

Pernyataan itu dibuat ketika FOMC, salah satu unit The Fed yang menentukan tingkat suku bunga dan pertumbuhan uang beredar, percaya bahwa volatilitas baru-baru ini di pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membuat “tingkat dan waktu yang tepat dari kebijakan mendatang yang kurang jelas dari sebelumnya.”

Mempertimbangkan status quo pasar keuangan, komite menekankan bahwa “pengetatan tambahan dalam jumlah yang relatif terbatas mungkin akan menjadi lebih tepat.”

Langkah-langkah tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan melonggarkan batasannya pada uang yang mengalir di pasar, yang akibatnya akan sedikit mengurangi komparatif greenback.

Sentimen investor juga tumbuh positif di tengah harapan hasil yang baik dari perundingan dagang yang baru saja diselesaikan antara pejabat perwakilan perdagangan AS dan China di Beijing.

Sistem perdagangan global yang stabil akan menawarkan bantuan bagi investor aset-aset berisiko yang menguntungkan dan memungkinkan mereka untuk mengurangi kepemilikan mata uang safe haven seperti greenback.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,72 persen menjadi 95,2150 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1544 dolar AS dari 1,1442 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2794 dolar AS dari 1,2719 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7180 dolar AS dari 0,7139 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,26 yen Jepang, lebih rendah dari 108,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9750 franc Swiss dari 0,9812 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3221 dolar Kanada dari 1,3282 dolar Kanada.

Baca juga: Rupiah lanjutkan penguatan, di tengah spekulasi perundingan dagang AS-China

Baca juga: Harga minyak mulai melonjak, persedian AS jatuh

Baca juga: Harga emas lanjutkan kenaikan, dolar melemah
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019