Garap Rute Internasional, Persiapan Bandara Banyuwangi Dikebut

Suara.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat serius menyikapi rencana penerbangan Internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi. Penerbangan ini nantinya akan dilayani oleh maskapai Citilink.

Semua pemangku kepentingan bandara dirangkul untuk mendorong realisasi rencana tersebut. Sebab, penerbangan perdana rute ini dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, kita terus matangkan, terutama hal-hal sangat teknis. Karena, memang mekanismenya ketat. Semua stakeholder sudah duduk bareng, sejauh ini sangat oke,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Minggu (2/12/2018).

Menurutnya, pertemuan teknis telah digelar secara rutin. Pertemuan diikuti PT Angkasa Pura II, manajemen maskapai, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav), Kementerian Pariwisata, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, dan Balai Karantina Hewan dan Kesehatan Kementerian Pertanian.

Chief of Air Traffic Development Angkasa Pura II, Hufron Kurniadi juga mengatakan jika berbagai persiapan terus dikebut. Mulai terminal Internasional, keimigrasian, kepabeanan, izin penerbangan rute Internasional, dan penetapan bandara Internasional dari Kementerian Perhubungan.

AP II juga tengah merenovasi terminal VIP Bandara Banyuwangi menjadi terminal Internasional. Sejumlah alat yang dibutuhkan juga sudah siap.

“Untuk mesin X-Ray sudah stand by di Jakarta. Sewaktu-waktu terminal sudah siap, alat langsung dikirim. Sedangkan check-in counter sudah ada di Banyuwangi, begitu juga peralatan keamanan seperti perlengkapan komunikasi dan metal detector. Tinggal dipasang saat terminal selesai renovasi,” terangnya.

Executive General Manager Bandara Banyuwangi, Anton Marthalius kian menegaskan kesiapan itu. Targetnya, pada 12 Desember kesiapan sudah mencapai 90 persen.

“Kami pastikan semuanya berjalan dengan baik, sarana prasarana kelengkapan penunjang terminal Internasional bisa masuk secara bertahap. Jadi Desember ini sudah bisa dilakukan verifikasi oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President (VP) Citilink, Tenten Wardaya mengatakan izin slot penerbangan dari Malaysia sudah didapatkan. Citilink mendapatkan slot penerbangan Kuala Lumpur – Banyuwangi di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Terminal 2.

Nantinya, Citilink akan menggunakan pesawat Airbus 320 dengan kapasitas 180 penumpang. Kuala Lumpur-Banyuwangi bakal ditempuh dalam waktu dua jam 30 menit.

“Rencananya, kami terbang seminggu tiga kali,” imbuh Tenten.

Menteri Pariwisata, Arief Yahyamenyambut baik semakin luasnya akses udara di Banyuwangi.

“Kehadiran Internasional flight di Bandara Banyuwangi sangat positif karena membuat wisatawan bisa langsung menikmati keindahan Sunrise of Java. Promosi pun bisa dilakukan lebih gencar lagi terlebih untuk pasar Malaysia,” terangnya.

Ia menambahkan kehadiran rute Internasional ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh travel agent dan travel operator.

Caranya dengan membuat paket-paket yang akan memandu wisatawan ke sejumlah lokasi.

“Banyuwangi punya banyak destinasi kelas dunia. Seperti Kawah Ijen dan masih banyak lagi. Oleh karena itu maksimalkan semua potensi dengan kehadiran rute ini. Kehadiran wisatawan mancanegara dipastikan bertambah,” paparnya.

Baca Juga