Fit Mum and Bub, Komunitas Seru Libatkan Bayi Berolahraga

Suara.com – Komunitas Fit Mum and Bub menjawab kebutuhan kaum ibu yang ingin menurunkan berat badan lewat olahraga dengan melibatkan bayinya.

Komunitas ini didirikan lantaran banyak kaum ibu mengeluh berat badan melonjak pascamelahirkan.

Ya, usai melahirkan, perempuan umumnya memiliki masalah dengan kenaikan berat badan. Kondisi ini kerap membuat mereka kurang percaya diri dan mencari cara untuk kembali mendapatkan bobot ideal, salah satunya dengan berolahraga.

Namun para ibu yang baru melahirkan ini tentu memiliki kendala saat akan memulai menjalani aktivitas fisik, salah satunya karena tak siap untuk meninggalkan si kecil. Hal ini dialami pula oleh Adianti Reksoprojo, seorang Prenatal and Post Natal Certified Trainer.

Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman dan menyenangkan bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman dan menyenangkan bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)

Usai melahirkan buah hatinya, Naya, Adianti mengalami kondisi baby blues. Ia sempat bertemu psikolog beberapa kali untuk mengonsultasikan kondisinya.

Sebagai orang yang terbiasa aktif olahraga, Adianti kemudian menyadari harus kembali aktif sebagai bentuk terapi healing.

“Tapi aku lihat gym belum ada yang kondusif untuk bawa bayi. Belum ada studio olahraga juga yang ramah bayi. Dari situ aku bikin Fit Mum and Bub di Januari 2016, dan akhirnya aku bisa menyembuhkan diri sendiri dengan berolahraga,” ujar Adianti dalam temu media ‘Get Fit With Stroller’ beberapa waktu lalu.

Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)

Adianti sendiri memang sebelumnya berprofesi sebagai trainer CrossFit. Dari situlah ia terpikir untuk memodifikasinya agar ramah dilakukan ibu dan bayi. Selain mengantongi sertifikasi resmi sebagai trainer CrossFit, Adianti juga telah mengantongi sertifikat prenatal and postnatal trainer.

Fit Mum and Bub sendiri, kata Adianti, bisa menjadi alternatif para ibu yang ingin olahraga tanpa harus meninggalkan buah hatinya. Tak hanya anak-anak balita, bayi bahkan juga bisa dilibatkan dalam berolahraga melalui kelas yang diadakan komunitas ini.

“Tujuan awalnya memang untuk mengajak perempuan agar bisa tetap aktif setelah melahirkan karena saya sendiri merasakan baby blues bisa mereda dengan berolahraga. Jadi gerakan-gerakan di kelas ini sangat mudah dilakukan dengan anak. Kalau bayi bisa sambil digendong atau dengan stroller,” terang dia panjang lebar.

Meski bayi bisa diajak ikut olahraga bersama bunda, Adianti menetapkan syarat ketika sudah berusia tiga bulan atau mampu menegakkan lehernya. Pasalnya, bayi di bawah usia tersebut juga masih sangat berisiko ketika diajak bergerak meski dengan menggendong atau diletakkan dalam stroller.

Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)

Nah, untuk gerakannya sendiri, Adianti mengatakan, durasinya 45 menit dengan 12-15 gerakan yang dibagi dalam tiga porsi latihan yakni pemanasan, gerakan utama dan relaksasi.

“Semuanya dilakukan setelah memberikan waktu eksplorasi selama 5 menit bagi anak-anak dengan beberapa gerakan mudah dan lagu yang menyenangkan,” jelasnya merinci.

Adianti menambahkan, jika para ibu ingin olahraga usai melahirkan pastikan sudah mengonsultasikannya dulu ke dokter. Rata-rata, para ibu yang melahirkan secara normal baru boleh olahraga 40 hari setelah persalinan. Sementara ibu-ibu yang melalui proses persalinan caesar harus menunggu lebih sabar sekitar tiga bulan hingga jahitan telah rapat sempurna.

Nah, Adianti juga mengatakan, jika ingin melakukannya di rumah, ibu bisa memulainya dengan olahraga menggunakan kereta dorong atau stroller. Para ibu bisa memulai dengan senam ringan di rumah atau jogging di area komplek perumahan.

Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)Komunitas Fit Mum and Bub, mengajarkan kaum ibu olahraga aman bersama bayinya untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. (instagram @fitmumandbub)

Ia mengingatkan, sebelum memulai olahraga dengan kereta dorong pola gerakan harus disesuaikan dengan jenis stroller yang dimiliki. Jika ingin menggunakannya untuk lari atau jogging maka pilihlah stroller dengan roda depan yang memiliki rem khusus agar tidak berbelok.

“Hal ini untuk menghindari ketika lari strollernya justru membelok nanti anaknya bahaya juga. Jadi, pastikan yang ada rem di bagian depan sehingga larinya lurus saja,” jelas dia.

Selain itu, pastikan anak menggunakan safety hardness terlebih dahulu sebelum diajak berolahraga, untuk melindungi anak-anak dari risiko tak diinginkan. Hal ini juga harus dilakukan meski sang ibu hanya senam ringan biasa di dalam rumah.

Kini komunitas Fit Mum and Bub telah memiliki 3000an pengikut di akun media sosial Instagram. Selain mengadakan kelas olahraga bersama anggota komunitas, Adianti juga rajin membagikan video olahraga bersama anak yang bisa dipraktikkan para ibu di rumah.

Nah, jika Anda tertarik untuk bergabung atau mengikuti kegiatan Komunitas Fit Mum and Bub, silakan kunjungi akun Instagram mereka di @fitmumandbub ya!

Baca Juga