Suka Belanja Online, Andra Alodita Terapkan Konsep Budgeting

Suara.com – Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, belanja online sudah menjadi gaya hidup, termasuk influencer Andra Alodita yang punya konsep budgeting saat belanja online.

Era belanja online ini memang sangat memudahkan masyarakat yang tak punya waktu dan tenaga untuk berbelanja di supermarket atau toko elektronik. Tak sedikit dari kita yang berbelanja keperluan dapur, fashion hingga barang elektronik hanya dengan sentuhan jari.

Sayangnya seperti dua sisi mata uang, kebiasaan berbelanja online ini bisa membuat pengeluaran menjadi membengkak karena dapat dilakukan di manapun dan kapanpun.

Namun influencer Andra Alodita punya tips yang mungkin bisa Anda jajal agar belanja online mendatangkan manfaat, bukan membuat kantong semakin cekak. Perempuan yang sempat menggeluti dunia fotografer ini mengatakan bahwa dirinya kerap menyusun anggaran belanja atau budgeting sebelum berbelanja online.

“Tipsnya budgeting. Misalnya dalam setahun butuh apa. TV baru misalnya, jadi ya komitmen untuk beli TV saja. Nanti di list lagi satu, dua tahun ke depan butuh apa. Nggak langsung beli semua juga biasanya. Misalnya Desember budgetnya untuk beli steamer, ya beli steamer saja. Jadi nggak semuanya dibeli,” ujar Andra dalam perayaan Ulang Tahun ke-17 Electronic City di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Andra menambahkan, banyaknya diskon yang ditawarkan ecommerce tak akan dijadikannya sebagai alasan untuk berbelanja di luar budget yang ditetapkan. Pasalnya Ia memang menerapkan pos-pos keuangan untuk setiap keperluan.

“Jadi kalau aku mau senang-senang kayak liburan, budget untuk belanja online aku tekan banget. Lagian budget aku masih masuk akal sih kalau beli barang. Biasa aku cari yang nggal terlalu mahal tapi juga nggak terlalu murah jadi di tengah-tengah,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT EIectronic City Indonesia Tbk., Wiradi mengatakan bahwa di era serba terkoneksi atau yang sering disebut dengan Hyperconnected Era, terdapat banyak perubahan terhadap kebiasaan atau gaya hidup masyarakat sehari-hari termasuk kebiasaan berbelanja.

“Masyarakat di era Hyperconnected ini sangat menyukai kepraktisan dalam hidup, termasuk ketika membeli elektronik. Dan Electronic City berkomitmen siap untuk menghadirkan kenyamanan dan kemudahan bagi customer baik yang berbelanja di toko offline maupun berbelanja di online,” tambah Wiradi.

Pada acara ini juga Wiradi mengumumkan pergantian logo Elektronic City yang terdiri dari dua warna yakni orange dan biru di mana orange mewakili karakter modern, dinamis dan praktis, sedangkan biru melambangkan rasa percaya, dapat diandalkan, dan professional.

Tiga Payung di atas kalimat melambangkan Electronic City sebagai brand yang Bersahabat dan Modern sehingga menghadirkan kenyamanan. Sedangkan warna orange sebagai simbol Dinamis dan Praktis. Penggunaan huruf yang menonjol yang mencerminkan Teknologi, Percaya diri, Berani.

“Salah satu elemen utama yang terpenting dalam logo baru Electronic City adalah angka 1 yang menjadi huruf l di dalam kata CITY. Angka 1 ini tidak hanya melambangkan status Electronic City sebagai pionir, tetapi juga membawa semangat Elecronic City untuk tetap menjadi nomor 1,” tandas Wiradi.